“Keterangan dari tiga saksi sudah kami kantongi dalam bentuk video pengakuan. Menurut saksi, yang turun dari pintu kanan kemudi mobil untuk mengangkat korban adalah RS,” jelasnya.
Kejanggalan di Lokasi Kejadian
Nizar juga menyoroti sejumlah kejanggalan yang dinilai tidak sesuai dengan pengakuan TL. Ia mempertanyakan proses evakuasi kendaraan korban yang dinilai terlalu cepat dan justru dipindahkan ke kediaman RS.
“Kalau memang TL yang mengemudi, kenapa kendaraan korban langsung diangkut dan disembunyikan di rumah RS? Kalau tidak merasa bersalah, kenapa harus disembunyikan? Ini janggal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengakuan TL saat ditemui di rumah sakit juga tidak sejalan dengan fakta di lapangan. TL mengklaim sempat mengerem sehingga laju kendaraan berkurang, namun kondisi di TKP menunjukkan adanya bekas seretan sepanjang 10 hingga 15 meter.
“Itu menandakan kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Banyak keterangan TL yang bertolak belakang dengan saksi dan fakta di lapangan,” ungkapnya.
Minta Proses Hukum Transparan
Atas berbagai kejanggalan tersebut, pihak keluarga korban menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas di meja hijau. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional dan transparan.
“Kami minta Polres Tual memproses perkara ini secara profesional dan transparan. Jangan dibohongi dengan skenario pengganti. Kami akan tetap lawan,” pungkas Nizar.









