Dipecat, Kapolsek yang Perkosa Anak Tersangka Segera Jalani Sidang Etik

oleh -563 views
Link Banner

Porostimur.com – Palu: Seorang oknum Kapolsek Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban perempuan berinisial S di daerah tersebut, segera menjalani sidang etik oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto, Kamis, menyatakan saat ini pihak Polda Sulteng tengah menyusun resume untuk gelar sidang kode etik terhadap oknum polisi berinisial IGDN yang berpangkat iptu tersebut.

‘’Sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan, Kemudian terkait kode etik akan segera disusun resmue setelah resume nanti kami akan tindak. Kami upayakan dalam satu minggu ini sudah disidang tentang kode etik,’’ ujar Didik dilansir VOI, Kamis, 21 Oktober.

Didik menerangkan, untuk pidana umumnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulteng. Setelah pemeriksaan saksi, kasus tersebut akan ditingkatkan pada tahap gelar perkara.

‘’Tapi kalau pidana umum masih melakukan penyelidikan, semua yang terkait diperiksa krimum, setelah saksi diperiksa kami akan gelar, kemudian naik pada tahap penyidikan,’’ ujarnya pula.

Baca Juga  Guru SD Se-Halbar Sudah Kembali Aktif di Sekolah, Murid Belum Diizinkan

‘’Berdasarkan gelar setelah pemeriksaan saksi-saksi, bisa ditetapkan siapa tersangkanya,’’ kata Didik lagi.

Didik menjelaskan bahwa hasil visum dari korban berinisial S juga telah dikantongi oleh pihak kepolisian, namun hasil tersebut belum dapat disampaikan ke publik.

‘’Tidak bisa sampaikan ke publik hasil visumnya,’’ ujarnya pula.

Pelaku Dipecat dan WhatsApp Disita

Untuk diketahui, IDGN sendiri saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sulteng. Selain itu, sejumlah saksi mulai dari keluarga korban sampai pengelola hotal juga sudah diperiksa. Dari pemeriksaan ini, barang bukti berupa percakapan disita.

“Barang bukti yang kami temukan untuk saat ini yakni percakapan keduanya melalui WhatsApp. Kami juga telah mengarahkan kasus ini ke tindak pidana umum,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulteng Komnas Didik Suparnoto.

Baca Juga  Dua Oknum Brimob Polda Maluku Penganiaya Warga Saumlaki Kini Jadi Tersangka

Setelah dicopot jadi jabatannya sebagai Kapolsek Parigi, saat ini perwira polisi tersebut bertugas di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sulteng.

Kejadian ini bermula saat S menjeguk ayahnya yang tengah ditahan di Polsek Parigi. Di sana, Iptu IDGN menemui S dan mengungkapkan keinginannya. Yakni ingin tidur bersama dengan imbalan ayahnya akan dibebaskan.

Awalnya S menolak ajakan IDGN. Namun berkat bujuk rayunya akhirnya S mau. Namun saat pertama kali dia diperkosa, IDGN belum juga membebaskan ayahnya. IDGN hanya memberikan sejumlah uang kepada S. Akhirnya pemerkosaan kedua kalinya pun terjadi.

Pihak keluarga mendukung penuh upaya hukum yang tengah dilakukan Polda Sulteng. Bahkan mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

Baca Juga  Bagus Kahfi Akhirnya Merumput di Liga Belanda

“Kami mengapresiasi sikap Polda Sulteng karena telah sigap merespon dan menindaklanjuti laporan dugaan asusila ini saat kami datang melaporkan kasus tersebut ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulteng pada Senin, 18 Oktober,” kata kuasa hukum keluarga, Andi Akbar.

Andi Akbar menegaskan korban dan pihak keluarga korban tidak akan menempuh jalan damai atas kasus itu. Mereka ingin kasus itu menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang dan tidak ada lagi remaja perempuan yang mengalami hal serupa.

“Harapan kami oknum Kapolsek tersebut tidak hanya dipecat tapi juga dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya berbuat asusila kepada remaja perempuan yang merupakan anak seorang tersangka yang ditahan di Parimo,” ujarnya.

(red/voi)

No More Posts Available.

No more pages to load.