Diperkosa Ayah Kandung Bocah Bau Kencur di Tidore Hamil 4 Bulan

oleh -371 views
Link Banner

Porostimur.com | Tidore: Sungguh malang nasib remaja putri remaja yang masih duduk di bangku SMP di Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara ini.

Lantaran kelakuan bejat sang ayah S (47) yang tega merudapaksa anak kandungnya sendiri, gadis gadis bau kencur, berusia 15 tahun itu, kini tengah hamil empat bulan

Tindakan bejat S baru terungkap Senin (19/7) kemarin saat ibu kandung korban mencurigai kondisi fisik korban. Setelah diusut, korban mengakui telah dihamili ayahnya sendiri.

Ibu kandung korban, N, mengungkapkan, ia dan suaminya telah hidup berpisah sejak Desember 2019. Sejak saat itu, korban dan adiknya tinggal bersama pelaku karena pelaku bersikeras anak-anak harus tinggal bersamanya.

“Saya tinggal di rumah orang tua saya,” ungkap N, seperti dilansir dari tandaseru.com, Jum’at (23/7/2021).

Menurut N, saat melepaskan anak-anaknya tinggal bersama ayah mereka, ia sudah mewanti-wanti S agar tidak pernah menyakiti anak-anak.

Baca Juga  157 KK di Negeri Tumalehu Barat Terima BLT Tahap I

Kepada wartawan, N bilang, selama tinggal bersama ayahnya, korban dan adiknya dilarang keluar rumah. Keduanya juga tak dibolehkan bergaul dengan teman-temannya. Kemana pun pelaku pergi, keduanya selalu dibawa serta.

Sehari sebelum lebaran Idul Adha, sambung N, korban dan adiknya datang kepadanya. Ia lantas memperhatikan fisik anak pertamanya yang terlihat berbeda.

Saat N memegang perut putrinya, kain berwarna biru yang diikatkan di pinggang korban melorot.

“Saya tanya kenapa kamu ikat pinggang, dan dia mengaku disuruh papanya supaya perutnya tidak membesar. Saya langsung menangis dan meminta saudara saya datang ke rumah untuk lihat kondisinya,” tutur N.

N juga memanggil bidan untuk memeriksa kondisi putrinya. Awalnya, korban sempat menolak. Namun N memaksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

Korban juga dites kehamilan sebanyak dua kali dan hasilnya sama-sama positif.

Baca Juga  Ruang Kerja Kapolda & Wakapolda Maluku Disterilkan

“Setelah kami interogasi, dia akhirnya mengaku bahwa pelakunya papanya,” ucap N.

Selama mengalami kekerasan seksual, korban juga mengaku diancam akan dibunuh oleh pelaku dengan pisau dan parang jika menolak keinginannya. Aksi ini dilakukan pelaku sebanyak belasan kali.

“Pelaku memukul korban sampai pingsan baru pelaku mulai melakukan perbuatan itu. Korban juga mengaku ke bidan bahwa sudah 4 bulan tidak haid,” aku N.

Pelaku, kata N, juga memiliki penyimpangan seksual. Di mana ia kerap mengambil pakaian dalam anak tirinya, hingga mengintip anak tirinya saat sedang mandi atau tidur.

“Tapi saat saya tanya, dia selalu tidak mau mengaku, bahkan saya dipukuli oleh pelaku,” ujar N.

Setelah korban menceritakan seluruh perbuatan pelaku, N kemudian mendatangi kantor polisi pada Rabu (21/7) untuk melaporkan perbuatan tersebut.

“Karena saat itu, pelaku juga diketahui berencana lari dari rumah,” pungkasnya.

Baca Juga  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Ambon. Kamis, 14 Mei 2020

Kasat Reskrim Polres Tidore, IPTU Redha Astrian yang dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut tengah ditangani Polres. Saat ini, penyidik sedang mendalami keterangan pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, perbuatan bejatnya itu dilakukannya akhir 2020.

“Tapi kami mau dalami lagi, seperti di September berapa kali melakukan dan Desember berapa kali melakukan,” tutur Redha.

Saat ini, pelaku masih diamankan di Polres dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 76D UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(red/tsc)

No More Posts Available.

No more pages to load.