Dirilis, Dua Film tentang Awal Pandemi di Wuhan, Bagaimana Kisahnya?

oleh -12 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dua buah film yang mengangkat kisah terjadinya pandemi Covid-19 dan lockdow di Wuhan, China, resmi dirilis secara nasional di China, belum lama ini.

Mengutip AP News, dua film itu berjudul “Coronation” dan “Days and Nights in Wuhan” yang dirilis pada Jumat (22/1/2021) malam.

Peluncuran film ini bertepatan dengan malam peringatan pemberlakuan lockdown di Wuhan yang dimulai pada 23 Januari 2020.

Coronation

Film pertama yakni “Coronation” merupakan sebuah film dokumenter garapan aktivis China yang kini menetap di Eropa, Ai Weiwei.

Berlatar tempat di Wuhan, film ini menggambarkan bagaimana saat awal penyakit Covid-19 ditemukan dan menampilkan sekilas bagaimana rasa sakit dan perjuangan yang dialami oleh penderitanya.

Digambarkan situasi saat petugas medis mencoba menyelamatkan orang yang sekarat dengan segala alat bantu pernapasan.

Demikian pula kala kamar mayat di rumah sakit penuh hingga kewalahan menangani pasien.

Video-video itu adalah video asli ketika masyarakat tengah melawan penyebaran virus corona di lingkungannya.

Baca Juga  Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Jailolo, Maluku Utara

Semua didapatkan melalui rekaman yang dibuat oleh rekan, saudara-saudara, juga relawan di Wuhan yang kemudian digarap oleh Weiwei dari Eropa.

Film berdurasi 115 menit ini sebenarnya sudah rilis sejak Agustus 2020. Akan tetapi, ada banyak kendala yang dialami Weiwei kala itu. Salah satunya, ditolak penayangannya oleh sejumlah platform tv online, seperti Amazon dan Netflix, karena dinilai begitu sensitif.

Days and Nights in Wuhan

Film kedua ini disutradarai oleh Cao Jinling dengan kontribusi 30 pembuat film dan masih berkisah tentang hal yang sama.

Dalam film ini digambarkan bagaimana penderitaan 11 juta warga Wuhan, staf medis, dan pekerja yang ada di lini terdepan saat mereka harus memerangi musuh bersama.

“Kami ingin merekam perjalanan memerangi pandemi Covid-19 melalui film. Hal-hal mendetail, seperti perawatan intensif, penantian dalam kecemasan, termasuk perpisahan yang memilukan, hingga kelahiran kembali masyarakat yang penuh dengan harapan, mungkin akan menyentuh para pemirsa,” kata Cao, dalam CGTV.

Dalam salah satu scene film tersebut, ditampilkan kegigihan para pekerja medis termasuk tenaga lain seperti sopir ambulans untuk berjuang menyelamatkan kampung halamannya yang ketika itu dibuat “mati suri” oleh virus.

Baca Juga  Ketua DPD Sahril Thahir Punya Tiga Misi Besar untuk Gerindra Malut

Apa pun akan mereka lakukan demi Wuhan yang terbebas dari Covid-19.

Menyentuh

Kedua film ini dinilai mampu menyentuh setiap orang, khususnya warga Wuhan maupun masyarakat China pada umumnya.

“Coronation” dan “Days and Nights in Wuhan” juga disebut berhasil membangkitkan kenangan dan trauma akan masa awal pandemi yang hingga saat ini belum bisa dilupakan oleh setiap dari mereka.

Seperti diketahui, kasus pertama Covid-19 dilaporkan di Wuhan, yang sekaligus menjadi episentrum penyebaran virus corona.

Sempat lambat dalam merespons wabah di awal penyebarannya, pemerintah setempat kemudian menyadari adanya masalah besar yang tengah dihadapi penduduknya, bahkan penduduk di wilayah lain. 

Sesaat setelah itu, aturan dan kuncian secara ketat diterapkan pada belasan juta warga yang mendiami Wuhan, demi mencegah semakin meluasnya wabah.

Baca Juga  500 Personil Armed 9 Kostrad Dikirim ke Maluku Utara

Terhitung mulai 23 Januari 2020, kuncian itu dimulai dan dijalankan selama 76 hari.

Seluruh warga suka tidak suka, mau tidak mau, harus mengikuti aturan untuk tidak keluar-keluar rumah dan tetap tinggal di rumah.

Tentu sejarah ini menyisakan banyak cerita kelam di benak masyarakatnya. Tak sedikit dari mereka yang merasakan takut, cemas, stress, trauma, dan berbagai dampak psikologis yang lainnya.

Itulah yang menjadi latar belakang dibuatnya film ini.

(red/kompas.com)