Ditagih Pajak Rp 5,78 Triliun, Mantan PM Malaysia Najib Razak Terancam Bangkrut

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Kuala Lumpur: Mantan perdana menteri Malaysia yang dilanda skandal korupsi, Najib Razak menghadapi kebangkrutan. Seperti dilaporkan AFP, Rabu (7/4/2021), Najib diduga gagal membayar pajak lebih dari US$ 400 juta (Rp 5,78 triliun), yang dapat mengakhiri karier politiknya.

Najib kehilangan kekuasaan pada 2018 ketika partainya dikalahkan dalam pemilihan setelah dia terlibat dalam skandal keuangan. Najib bersama Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) telah memerintah negara Asia Tenggara selama enam dekade,

Najib Razak dan kroninya dituduh mencuri miliaran dolar dari dana investasi negara 1MDB. Sejak itu, dia dihukum dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam percobaan pertama dari beberapa persidangan yang dia hadapi atas penipuan tersebut.

Baca Juga  Danlantal IX Hadiri Upacara HUT ke 75 Provinsi Maluku

Tahun 2020 lalu, pengadilan memerintahkan Najib untuk membayar pajak sebesar RM1,69 miliar (US$ 409 juta atau Rp 5,91 triliun) antara 2011 dan 2017. Meskipun demikian, Najib tetap bebas dengan jaminan dan masih menjadi anggota parlemen.

Selasa (6/4) malam, Najib mengatakan bahwa pejabat pajak mengeluarkan pemberitahuan yang menuntut dia menyelesaikan tagihan pajak, ditambah biaya tambahan. Jika tagihan tidak dibayar, mereka akan meluncurkan proses kebangkrutan.

Jika dinyatakan bangkrut, Najib Razak akan kehilangan kursinya di parlemen. Mantan perdana menteri itu dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan.

Pria berusia 67 tahun itu bersikeras bahwa dia selalu membayar pajak, dan kasus terhadapnya bermotif politik.

“Saya akan terus bertahan dan melawan setiap upaya untuk menggertak dan mengintimidasi saya oleh mereka yang berkuasa,” tulisnya di Facebook, seraya telah meminta pengacaranya untuk mencoba menghentikan persidangan.

Baca Juga  Gunakan Spanduk dan Pengeras Suara Polda Maluku Sosialiasi Prokes Covid-19

Sebaliknya, kantor pajak Malaysia menolak berkomentar.

Kemungkinan bangkrut datang ketika berbagai faksi berjuang untuk mengontrol partai Najib, UMNO, di mana ia tetap menjadi anggota yang berpengaruh.

Terlepas dari keterlibatan dalam skandal 1MDB, Najib masih menjadi sosok yang populer, dengan lebih dari empat juta pengikut di Facebook. Dia memulai banding terhadap hukumannya atas skandal 1MDB tahun lalu. Najib menyangkal melakukan kesalahan.

(red/beritasatu.com)