Jika dinyatakan bangkrut, Najib Razak akan kehilangan kursinya di parlemen. Mantan perdana menteri itu dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan.
Pria berusia 67 tahun itu bersikeras bahwa dia selalu membayar pajak, dan kasus terhadapnya bermotif politik.
“Saya akan terus bertahan dan melawan setiap upaya untuk menggertak dan mengintimidasi saya oleh mereka yang berkuasa,” tulisnya di Facebook, seraya telah meminta pengacaranya untuk mencoba menghentikan persidangan.
Sebaliknya, kantor pajak Malaysia menolak berkomentar.
Kemungkinan bangkrut datang ketika berbagai faksi berjuang untuk mengontrol partai Najib, UMNO, di mana ia tetap menjadi anggota yang berpengaruh.
Terlepas dari keterlibatan dalam skandal 1MDB, Najib masih menjadi sosok yang populer, dengan lebih dari empat juta pengikut di Facebook. Dia memulai banding terhadap hukumannya atas skandal 1MDB tahun lalu. Najib menyangkal melakukan kesalahan.
(red/beritasatu.com)




