Donald Trump Sahkan UU Dukung HAM Hong Kong, China Janjikan Balasan Tegas

oleh -55 views
Link Banner

Porostimur.com | Washington DC: Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Rabu 27 November 2019, menandatangani rancangan undang-undang dari Kongres AS yang mendukung para pengunjuk rasa pro-demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Hong Kong.

Langkah AS menarik respon cepat dan amarah dari Beijing, yang menjanjikan ‘balasan tegas’, demikian seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (28/11/2019).

Dilansir dari liputan6.com, Undang-undang, yang disetujui dengan suara mayoritas oleh House of Representatives (DPR) dan Senat (DPD) memandatkan pemerintah AS untuk melakukan peninjauan setiap tahun terkait situasi HAM di Hong Kong. Jika ada bukti atas indikasi pelanggaran, Washington dapat menerapkan sanksi ekonomi kepada kota semi-otonom China yang merupakan salah satu pusat finansial dunia tersebut –dan secara luas turut bisa merugikan Beijing.

Baca Juga  Idrus Marham Bebas Murni dari Lapas Cipinang

Kongres juga meloloskan UU kedua, yang juga ditandatangani oleh Trump, yang bisa melarang ekspor amunisi pengendali massa kepada polisi Hong Kong, seperti gas air mata, semprotan merica, peluru karet, dan pistol bius.

Donald Trump Dukung Demonstran Hong Kong, Pemerintah China Murka
Demonstrasi besar-besaran di Hong Kong, China, beberapa bulan lalu. Foto/REUTERS

China merespons cepat.

Sebuah pernyataan kementerian luar negeri yang dikeluarkan pada Kamis 28 November 2019, mengatakan bahwa Beijing mengecam keras dan berjanji memberikan “penanggulangan tegas.”

Sementara pemerintah otonomi Hong Kong menyatakan “sangat menyayangkan” langkah AS.

Menurut Kemlu AS, 85.000 warga AS tinggal di Hong Kong pada 2018 dan lebih dari 1.300 perusahaan AS beroperasi di sana, termasuk hampir setiap perusahaan keuangan utama AS.

Wilayah itu adalah tujuan utama layanan hukum dan akuntansi AS. Pada tahun 2018, surplus perdagangan barang-barang bilateral AS terbesar adalah dengan Hong Kong pada US$ 31,1 miliar.

Baca Juga  Pegiat HAM Perempuan Gelar Kampanye 16 hari Anti Kekerasan

Perdagangan antara Hong Kong dan AS diperkirakan bernilai US$ 67,3 miliar pada tahun 2018, dengan AS menghasilkan surplus US$ 33,8 miliar –terbesar dengan negara atau wilayah mana pun, menurut Kantor Perwakilan Perdagangan AS.

Demo pro-demokrasi Hong Kong dimulai daat perayaan HUT ke-70 RRC (Vincent Thien / AP PHOTO)

Situasi Hong Kong Terkini

Protes yang terjadi di Hong Kong dimulai pada Juni 2019 lantaran undang-undang yang diusulkan untuk memungkinkan ekstradisi ke daratan China. Tetapi, demo sejak itu telah bermanifestasi menjadi gerakan pro-demokrasi yang lebih besar.

Aksi protes juga terlihat semakin kacau, dengan penyerangan terhadap polisi, dan petugas menembakkan peluru tajam.

Para pemrotes telah melemparkan bom molotov dan menyerang bisnis yang dianggap pro-Beijing.

Sementara itu, para demonstran menuduh polisi juga melakukan kebrutalan.

Baca Juga  Cek Kesiapan Pilkada, Kapolres Buru Kuunjungi Bawaslu Buru Selatan

Pada Minggu 24 November 2019, Hong Kong mengadakan pemilihan dewan lokal yang dipandang sebagai barometer opini publik terhadap pemerintah dan para pengunjuk rasa.

Pemilu itu menyaksikan kemenangan besar bagi gerakan pro-demokrasi, dengan 17 dari 18 kursi dewan sekarang dikendalikan oleh anggota dewan pro-demokrasi. (red/rtl/lip6)