Don’t Cry For Me Ukraine

oleh -14 Dilihat

Peryantaan ini tentu saja mengisyaratkan perang akan berlangsung lama dan berlarut-larut mengingat negara-negara lain tentu akan bahu membahu membela Ukraina atau Rusia.

Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Portugal, Denmark, Turki dan negara-negara NATO lainnya kompak berdiri di kubu Ukraina.

Sementara Rusia, mendapat sokongan dari Belarusia, Chechnya dan China secara pasif.

Konflik antara Rusia dengan Ukraina hanya berpotensi menjadi pemicu terjadinya Perang Dunia III jika semua kalangan tidak meredam diri.

Boikot ekonomi yang dilancarkan banyak negara di Eropa hanya akan menjadi “triger” bagi perang lain.

Mengetahui kalah dalam jumlah pasukan dan peralatan perang, Presiden Zelensky mengobarkan perjuangan rakyat Ukraina untuk menghadang laju pasukan Rusia dengan bom botol molotov, penumbangan pohon dan rambu lalu lintas serta solidaritas perlawanan sipil.

Baca Juga  Sekda Haltim Perintahkan Percepatan Penyelesaian Temuan BPK RI

Potongan-potongan rekaman video perang yang dibuat warga sipil dan menyebar secara masif di berbagai lini masa adalah keberanian dari rakyat Ukraina untuk melawan dengan cara kekinian.

Kenekatan warga sipil Ukraina menghadang laju tank Rusia mirip dengan keberanian mahasiswa China saat menghalangi jalannya kendaraan tank di Lapangan Tianamen saat pembangkangan mahasiwa terhadap rezim komunis China meletus di 4 Juni 1989 silam.

No More Posts Available.

No more pages to load.