Porostimur.com, Jakarta – Sikap parlemen terbelah dalam merespons wacana penundaan Pemilu 2024. Sembilan fraksi di DPR terbagi dalam empat pilihan sikap yang berbeda dalam menanggapi isu ini. Pilihan sikap ini terlihat dari pernyataan masing-masing elite partainya.
Pertama, fraksi yang mendukung penuh usulan penundaan pemilu, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Alasan utamanya, situasi ekonomi belum stabil dan masih terpuruk akibat pandemi Covid-19. Tahun 2022 dinilai momentum kebangkitan dan pemulihan ekonomi.
PKB dan PAN juga berpandangan situasi akan terganggu jika diselenggarakan Pemilu 2024. Selain itu, penundaan pemilu ini terkait dengan situasi global yang tidak menentu karena perang Rusia dan Ukraina. Berikutnya, biaya pemilu yang mahal dan keberlangsungan program-program nasional yang tertunda akibat pandemi Covid-19. Kemudian, tingkat kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di atas 73 persen. Kedua fraksi ini siap berkomunikasi dengan pimpinan fraksi, parpol dan elemen masyarakat lainnya, termasuk dengan Jokowi.
Kedua, fraksi yang mengkaji lebih dalam wacana penundaan pemilu, yaitu Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tiga fraksi ini berpandangan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden serta penyelenggara negara lain, bukan hal tabu untuk didiskusikan dan dikaji.









