Amirullah Abbas menegaskan bahwa sekretariat yang diresmikan ini akan berperan sebagai pusat koordinasi pembangunan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. Menurutnya, tantangan kawasan timur bukan semata pada sumber daya, melainkan pada konektivitas dan akses terhadap pasar serta kebijakan.
Inti dari peresmian ini adalah bagaimana Kadin memperkuat perannya dalam mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan investasi, serta memberdayakan UMKM lokal melalui kehadiran kelembagaan yang nyata dan berkelanjutan. Sekretariat ini diharapkan menjadi motor penggerak ekosistem usaha di lima provinsi yang selama ini kerap berada di pinggiran arus pembangunan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, diluncurkan pula program Mobil Makan Siang Gratis (MMSG) untuk wilayah Korwil Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara. Program ini dirancang untuk menjangkau pelaku UMKM di wilayah-wilayah terpencil, pesisir, hingga pedalaman yang selama ini kurang terlayani.
“Kami bangga karena wilayah ini menjadi yang pertama di Indonesia yang menjalankan program MMSG secara konkret,” ujar Amirullah. “Ini bukan hanya prestasi, melainkan juga wujud dari komitmen kami dalam menghadirkan keadilan ekonomi.”
Ketua Komite Tetap Riset, SDM, dan Inovasi Kadin Indonesia, Ikhsan Tualeka, menyambut baik peresmian ini. Ia menilai kehadiran sekretariat permanen akan membuat Kadin semakin adaptif dan responsif dalam menjawab tantangan pelaku usaha daerah.









