Doxing Ancam Keselamatan Jurnalis hingga Kikis Kualitas Informasi Publik

oleh -36 views

Porostimur.com, Jakarta – Tindakan penyebaran informasi pribadi secara tidak bertanggung jawab atau doxing terhadap jurnalis dapat menjadi ancaman bagi kualitas informasi publik juga bagi kemerdekaan pers. Selain itu, doxing pun termasuk tindak pidana dan melanggar hak asasi manusia.

Peneliti dan pengajar kajian media Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Justito Adiprasetio menjelaskan bahwa demokrasi membutuhkan media, jurnalisme, dan jurnalis yang dapat memberikan informasi akurat kepada audiens. Jurnalis berperan untuk membangun cerita soal situasi tertentu sehingga lebih mudah dicerna audiens.

Jurnalis yang menjadi pilar penting dalam menyediakan informasi akurat dan terpercaya kerap menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan kerja jurnalistik, salah satunya doxing atau doxxing.

Dikutip dari Cambridge Dictionary, doxing adalah tindakan menyebarkan informasi privat mengenai seseorang di internet tanpa seizin orang bersangkutan, terutama dalam mengungkap nama, alamat, dan berbagai informasi privat lainnya.

Baca Juga  Israel dan Kasebul

Armando dan Soeskandi (2023) juga menjelaskan bahwa doxing bertujuan untuk mengintimidasi dan mengancam korban. Sementara itu, Lisa Bei Li (2020) menilai bahwa doxing merupakan bentuk perisakan atau bullying secara daring.

No More Posts Available.

No more pages to load.