DPRD Maluku Minta BPBD Perhatikan Pengungsi dan Data Rumah Rusak

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pasca gempa 6,1 yang mengguncang Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku, DPRD Provinsi Maluku meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Malteng untuk menangani pengungsi gempa dan melakukan pendataan kerusakan akibat gempa.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, kepada wartawan di Baileo Rakyat, Karang Panjang Ambon, Kamis (17/6/2021).

“Terhadap kondisi ini saya meminta, pertama BPBD Provinsi Maluku bisa berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Maluku Tengah supaya memberikan perhatian terhadap masyarakat yang tinggal di tempat-tempat pengungsian. Walaupun itu hanya sementara, tapi paling tidak kebutuhan mereka juga mesti diperhatikan, sebab tidak satu pun rencana untuk punya tempat tinggal seperti itu, ini kejadian alam yang tidak bisa kita pungkiri”, ujarnya.

Baca Juga  Merdeka dari Indonesia, Timor Leste Kini Sangat Damai

Dikatakannya, pasca gempa yang terjadi pada, Rabu (16/6/2021), warga Tehoru merasa takut untuk meninggali rumah mereka yang lokasinya berada dekat dengan laut. Oleh sebab itu, warga lebih memilih mengungsi ke daerah-daerah perbukitan atau dataran yang lebih tinggi.

“Masyarakat memiliki keraguan untuk berada di rumah-rumah mereka, karena rumah mereka kan dekat dengan laut. Mereka takut jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tsunami, karena itu ada yang mengambil langkah untuk mengungsi ke daerah-daerah di bagian pegunungan”, ungkapnya.

Selain itu dirinya juga meminta, agar pendataan rumah-rumah yang rusak segera dilakukan supaya bisa diselesaikan dengan baik.

“Terhadap rumah-rumah yang terjadi kerusakan, saya minta untuk dilakukan pendataan sejak dini. Jangan seperti yang terjadi pada tahun 2019, dimana pendataan rumah-rumah yang terdampak itu tidak begitu baik, akibatnya sampai dengan saat ini penyelesaian pembangunan rumah-rumah itu belum juga dilaksanakan dengan baik”, pungkasnya.

Wattimury juga berharap, agar BPBD Provinsi Maluku dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dan terukur supaya tidak berlambat-lambat dalam menangani masalah ini.

Baca Juga  DPRD Provinsi Maluku Laksanakan Program Penyampaian Aspirasi Ke Pempus

“Saya harap dapat mengambil langkah yang tepat. Jangan sampai terlalu banyak berkoordinasi penanganannya terlambat, mesti kita mempercepat koordinasi supaya penanganannya itu juga cepat. Kadang-kadang prosedur itu yang membuat kita lambat menangani masalah-masalah kemanusiaan dan saya kira ini yang tidak boleh terjadi”, tuturnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.