Dua Film Pendek Karya Sineas Muda Maluku Berjaya di Festival Film Bulanan Lokus 9

oleh -11 Dilihat

Sementara untuk film ‘Rumah Adat Latakua’, Abi berpendapat, film dokumenter ini sudah baik tapi masih perlu dibenahi.

“Rumah Adat Latakua terpilih karena punya sisi ketekunan dalam berkarya, tapi film dokumenter ini masih banyak yang perlu dibenahi,” pungkas Abi.

Sependapat dengan rekannya, kurator dan juga Senior Business Development Manager of IDN Media, Rahma Guntari menyatakan film ‘Tahuri; Bunyi Pertama Yang Keluar Dari Bumi’ memiliki kekuatan cerita yang bagus.

“Tahuri kekuatan ceritanya bagus. Dia enggak cuma ngangkat what, when, tapi siapa di balik itu, siapa yang masih eksis mengembangkan budaya itu walaupun sedikit. Walaupun dokumenter, menarik diikuti sampai akhir. Terus ada insight-insight atau nilai-nilai dari situ,” sanjung Rahma.

Film Rumah Adat Latakua, Rahma menilai mampu merepresentasikan sebuah budaya. “Kalau Rumah Adat Latakua ya, representative dari budaya,” ujar Rahma.

Baca Juga  Sarmuji Minta Publik Tak Kaitkan Bahlil dengan Dugaan Penyadapan Prabowo Tanpa Bukti

Sutradara Iwi Marahena ini pernah mendapatkan apresiasi khusus sebagai Sineas Terpantang Menyerah pada Festival Film Bulanan 2022 dan mendapatkan kesempatan berangkat ke Cannes, Prancis.

Sebagai bentuk apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bagi kedua Film Terpilih mendapat sertifikat, suvenir, kesempatan mengikuti workshop perfilman, dan menjadi nominasi di malam penganugerahan Festival Film Bulanan yang diselenggarakan pada bulan Desember.

No More Posts Available.

No more pages to load.