Porostimur.com, Ambon – Dugaan praktik werfing atau percaloan dalam proses penerimaan calon prajurit TNI AD kembali mencuat di Maluku. Kali ini, seorang yang mengaku sebagai orang tua calon prajurit mengungkap dugaan permintaan uang yang disebut berkaitan dengan upaya membantu kelulusan anaknya dalam seleksi TNI AD.
Dugaan tersebut kini menjadi perhatian internal Kodam XV/Pattimura setelah muncul informasi mengenai puluhan transaksi dengan nilai ratusan juta rupiah yang disebut berkaitan dengan persoalan tersebut.
Kepada Porostimur.com, Senin (5/10/2026), orang tua calon itu mengaku persoalan bermula pada Januari 2025 ketika Serma Suwarno Uweng, yang disebut berdinas di Rindam XV/Pattimura, mengajak anaknya ke Ambon.
Menurut pengakuannya, anaknya dibawa ke Ambon dengan alasan menjalani latihan fisik dan psikotes sebagai persiapan mengikuti seleksi penerimaan calon prajurit TNI AD.
“Awal ceritanya bulan Januari 2025, Pak Uweng ajak anak saya ke Ambon supaya beliau latih fisik dan psiko, supaya bisa lolos tes TNI,” ungkapnya.
Namun, menurut orang tua calon tersebut, latihan yang dijanjikan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Ujung-ujungnya beliau tidak pernah latihan fisik dan lain-lain,” katanya.










