Kesadaran tersebut muncul dari pengamatan dunia usaha atas kondisi ekonomi global yang belakangan ini melemah. Sejumlah lembaga keuangan global, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 menjadi hanya 3 persen.
“Kami juga melihat tahun ini pertumbuhan paling 5,0 persen something lah, karena kami lihat memang terjadi perlambatan pertumbuhan dunia,” imbuhnya.
Karenanya, agar pelemahan tersebut tak semakin memukul ekonomi dalam negeri, ia meminta pemerintah untuk menjaga tingkat konsumsi domestik. Maklum, konsumsi domestik saat ini merupakan komponen penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi.
Porsi sumbangannya mencapai 55 persen. “Nah yang pemerintah perlu jaga, kami lihat lebih realistis. Untuk tahun depan masih tidak mudah,” tuturnya.
Selain langkah tersebut, Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan pemerintah juga perlu mendorong ekonomi dalam negeri dengan membangkitkan confidence dunia usaha. Upaya tersebut katanya, perlu dilakukan pemerintah dengan memperbaiki regulasi supaya dunia usaha bisa berinvestasi secara mudah.
“Regulasi di kita, jujur sekarang ini tidak membangkitkan keyakinan,” katanya. (red/rtl/cnn)





