Kenapa 10 Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim? Ini Penjelasannya

oleh -13 views

Tanggal 10 Muharram atau hari Asyura merupakan salah satu hari yang istimewa dalam kalender Islam. Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan puasa sunnah dan memperbanyak amal saleh.

Di Indonesia, terdapat tradisi tersendiri, yaitu menyantuni anak yatim pada 10 Muharram. Maka dari itu, sebagian masyarakat menyebutnya sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama.

Lalu, apa yang melatarbelakangi munculnya sebutan tersebut?

Dalam buku MIMBAR DAKWAH: Pesan Islam untuk Kehidupan Modern karya Ahmad Arif Hidayat dkk, dijelaskan bahwa Islam sangat menganjurkan kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa.

Anjuran ini kemudian melahirkan kebiasaan di tengah masyarakat untuk berbagi rezeki kepada anak yatim pada 10 Muharram. Dari sinilah muncul istilah Hari Raya Anak Yatim atau Lebaran Anak Yatim. Sebutan tersebut berkembang sebagai tradisi masyarakat untuk mengingatkan pentingnya membantu anak-anak yatim.

Baca Juga  Dorong Hilirisasi Kelapa, Bupati Haltim Minta Dukungan Pabrik ke Pemerintah Pusat

Meski demikian, dalam syariat Islam tidak terdapat ketentuan yang menetapkan 10 Muharram sebagai hari raya resmi. Sebutan “Lebaran Anak Yatim” lebih merupakan tradisi yang bertujuan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim.

Memberi perhatian terhadap anak yatim memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 36:

No More Posts Available.

No more pages to load.