Dalam band tersebut, Joey Jordison diketahui bermain sebagai drummer sejak pembentukannya pada tahun 1995 bersama perkusi Shawn Crahan dan bassis Paul Gray tetapi ia meninggalkan grup pada Desember 2013.
Bertahun-tahun kemudian, Joey Jordison mengungkapkan bahwa dia menderita gangguan neurologis sekitar waktu kepergiannya dari band.
“Menjelang akhir karir saya di Slipknot, saya benar-benar sakit dengan penyakit mengerikan yang disebut myelitis transversal, saya kehilangan kaki saya,” katanya kepada penonton di Metal Hammer Golden Gods Awards pada 2016.
Tidak hanya itu, Joey Jordison menjelaskan bahwa akibat penyakitnya itu dia tidak bisa bermain drum lagi.
“Itu adalah bentuk multiple sclerosis, yang tidak saya harapkan pada musuh terburuk saya. Saya mendapatkan diri saya kembali, dan saya mendapatkan diri saya di gym dan saya mendapatkan diri saya kembali dalam terapi (sumpah serapah), untuk (sumpah serapah) mengalahkan ini (sumpah serapah),” kata dia.
Setelah meninggalkan Slipknot, Joey Jordison membentuk band Scar The Martyr dan juga bermain gitar untuk band metal Murderdolls. Pada tahun 2016, ia bermain drum di supergroup metal Sinsaenum, yang memainkan versi ekstrim dari heavy metal yang dikenal sebagai blackened death metal.




