Empat Puisi Rudi Fofid

oleh -51 views
Link Banner

KOLAM POLITIK

di kolam politik ini, airnya kopi hitam
kau harus punya mata dewa
untuk bisa lihat
terumbu di dasar sana

butuh jiwa raga kabres
untuk bisa akrobat secara elok
laksana angsa hitam wear ablel
menyelami pekatnya mitos politik

kau bahkan harus sedikit telanjang
bahkan bila perlu bugil politik
tanpa harus jadi lonte
sebab politik itu, itu sudah

kalau kau masih pakai baju pengantin
jangan kau terjun ke kolam politik
kau akan bingung dan gugup
bayangkan bulan maju di ujung nafas

Link Banner

kalau kau pakai kebaya atau jubah hakim
jangan coba-coba renangi kolam politik
kau akan minum air dan tenggelam
dan penonton akan tepuk tangan

kolam politik itu hitam pekat
ia anyir, amis, melek, nyeri, sedap
namun bila bulumu laksana burung sum
kaulah primadona nan suci politik

tanah kei, 20 februari 2021

=======

RANJANG POLITIK

kekasih politikku, mari bercinta
kita sama bawa samurai jepang
titip di atas bantal
kita sama bawa belati
taruh di sisi ranjang
mari bercinta
sebuas-buasnya
sepuas-puasnya
seluas-luasnya
sekuat-kuatnya
jika kau ambil pedang
tanganku sudah genggam belati
jika kau ambil belati
aku sudah genggam pedang
kekasih politikku
bila fajar merekah
sebagai senja kala
apakah akan datang ambulans?

Baca Juga  Suara Misterius Terekam Petugas saat Cari Pesawat Sriwijaya Air: Teriakan dan Tangis Minta Tolong

tanah kei, 20 februari 2021

======

KENIKMATAN POLITIK

apa kredo politikmu, ul e
kau duduk buang nikmat di kakus
hirup rokok dalam-dalam
kau sedot nikmat itu
begitu candu

apa tafsir politikmu, ul e
kau tanam mangga telor di atas kubur
saat pesta panen, kita makan
sambil kenang tubuh saudara
yang dirambah akar mangga

apa persepsi politikmu, ul e
kau bikin kakus di atas kolam
kau piara ikan di dalam kolam
kau ajak aku makan ikan kolam
bakar-bakar, rica-rica, pepes

ul e, politik itu cabang kesenian
ia sebuah pisau cantik dan suci
ia iris kukis untuk kita makan
ia iris batang nira untuk kita minum
kita mengerti hidup ini manis-pahit
manis tak melulu surga
pahit tak melulu neraka
itulah kredo, tafsir, dan persepsiku
mana kredo, tafsir, dan persepsimu?

Baca Juga  Sambut Idul Fitri, Warga Batu Merah Gelar Hadrat Keliling Kampung

tanah kei, 19 februari 2021

========

KEPADA KEKASIH-KEKASIH POLITIK

tak ada jalan hening kecuali meditasi
tak ada jalan bening kecuali kontemplasi
kau hanya punya satu-satunya jalan
namanya jalan raya bising

terserah, ini demokrasi milenial
jauh lebih sinting dari demokrasi liberal
semua jadi polisi, semua jadi politisi
semua jadi profesor, semua jadi provokator

hati-hati, o para kekasih
jika maki rasa puji, maka puji rasa racun
jika racun rasa obat, maka obat rasa enbal
jika enbal rasa madu, maka madu rasa candu

di bising jalan itu kau bebas pilih
tutup mata atau buka mata
tutup mulut atau buka mulut
buta atau tuli, kritis atau krisis

di bising jalan itu kau boleh pilih
tutup daun telinga atau buka daun telinga
tutup pintu hati atau buka pintu hati
buta atau tuli, peduli atau tak peduli

Baca Juga  Pilkada Halsel 2020. Usman Sidik Ajak Warga Berpolitik Sehat

jangan lesu lalu keluh, o para kekasih
sebab rumah sentosa politik adalah ilusi
sebab aliran sungai cinta, cemburu, ambisi
berbalut intrik juga berbalut penghianatan

jangan kaget, kawan politikmu menunggu
membentangkan jubah lalu memelukmu
seperti rajawali peluk burung pombo
dengan cakar dan paruh setajam belati

sewaktu-waktu, kapanpun tanpa kau duga
belati itu menusukmu dari belakang
juga dari muka, atas, bawah, kiri, kanan
itulah politik milenial yang sedang kau peluk

jadi, kalau kau sudah buang badan ke laut
jangan takut basah oleh keadilan air asin
kalau kau sudah terjun ke dalam kolam keruh
jangan jijik pada lumpur pembungkus emas

ingat, tsunami politik itu aneh
ia datang setelah gempa politik
yang retakkan tanah rubuhkan rumah
iman dan kesalehan politikmu harus tebal

debut, 17 februari 2021

======