Empat Puisi Rudi Fofid

oleh -7 Dilihat

KOLAM POLITIK

di kolam politik ini, airnya kopi hitam
kau harus punya mata dewa
untuk bisa lihat
terumbu di dasar sana

butuh jiwa raga kabres
untuk bisa akrobat secara elok
laksana angsa hitam wear ablel
menyelami pekatnya mitos politik

kau bahkan harus sedikit telanjang
bahkan bila perlu bugil politik
tanpa harus jadi lonte
sebab politik itu, itu sudah

kalau kau masih pakai baju pengantin
jangan kau terjun ke kolam politik
kau akan bingung dan gugup
bayangkan bulan maju di ujung nafas

kalau kau pakai kebaya atau jubah hakim
jangan coba-coba renangi kolam politik
kau akan minum air dan tenggelam
dan penonton akan tepuk tangan

Baca Juga  Bupati Sashabila Mus Tinjau Revitalisasi 38 Sekolah di Pulau Taliabu, Percepat Digitalisasi Pembelajaran

kolam politik itu hitam pekat
ia anyir, amis, melek, nyeri, sedap
namun bila bulumu laksana burung sum
kaulah primadona nan suci politik

tanah kei, 20 februari 2021

=======

RANJANG POLITIK

kekasih politikku, mari bercinta
kita sama bawa samurai jepang
titip di atas bantal
kita sama bawa belati
taruh di sisi ranjang
mari bercinta
sebuas-buasnya
sepuas-puasnya
seluas-luasnya
sekuat-kuatnya
jika kau ambil pedang
tanganku sudah genggam belati
jika kau ambil belati
aku sudah genggam pedang
kekasih politikku
bila fajar merekah
sebagai senja kala
apakah akan datang ambulans?

tanah kei, 20 februari 2021

======

KENIKMATAN POLITIK

apa kredo politikmu, ul e
kau duduk buang nikmat di kakus
hirup rokok dalam-dalam
kau sedot nikmat itu
begitu candu