Sekretaris BPBD, Irfan Pora mengatakan, pihaknya akan melakukan proses normalisasi sampai tiga hari ke depan, namun dengan kondisi hujan yang turun terus-menerus, dikhawatrikan banjir kembali terjadi.
“Kali Wai Gata itu tanahnya berpasir jadi kita takut pasir yang sudah kita timbun di sepanjang bantaran kali, tidak sanggung menahan laju air”, ungkapnya.
Sementara itu, Ahkam Gazaly, tokoh masyarakat Desa Capalulu meninta Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar segera memenuhi janjinya membangun bronjong di sepanjang Kali Wai Gata, sebagaimana telah dijanjikan gubernur.
“Kami berharap pemerintah provinsi dapat memenuhi janjinya, kasihan masyarakat. Mereka jadi korban banjir setiap musim penghujan”, ujar Ahkam. (raka)




