Terlebih, persoalan stunting berkaitan dengan banyak faktor, mulai dari pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, akses layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi hingga lingkungan tempat anak tumbuh.
Karena itu, Helmi mendorong agar hasil evaluasi Semester I 2026 benar-benar digunakan untuk membaca persoalan yang masih terjadi di lapangan.
“Target utama kita bukan sekadar memperbaiki angka statistik, tetapi memastikan anak-anak Halmahera Selatan tumbuh sehat, cerdas, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegas Helmi.
Menurutnya, data harus menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya.
Data yang akurat dibutuhkan agar intervensi tidak salah sasaran. Program yang telah berjalan baik perlu diperkuat, sementara program yang belum memberikan hasil optimal harus dievaluasi dan diperbaiki.
Semester II Harus Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Sebagai Ketua TPPS Halsel, Helmi meminta hasil evaluasi Semester I tidak berhenti pada pemaparan capaian.
Evaluasi harus menjadi pijakan untuk memperbaiki strategi dan memperkuat program pada Semester II 2026.
Ia menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat, intervensi tepat sasaran, koordinasi lintas sektor yang lebih kuat serta tindak lanjut nyata hingga tingkat desa dan keluarga sasaran.









