Beliau shollallohu ‘alaihi wasallam membagikan wirid-wirid khusus kepada sahabat tertentu atau ada yang memintanya langsung kepada Nabi. Sahabat Abu Bakar Asshiddiq misalnya mengamalkan zikir lafdzul jalalah (الله) sebagai wiridnya. Sedangkan Sayyidina Ali bin Abu Thalib melazimkan zikir (لا آله إلا الله) sebagai wiridnya pula.
Kemudian dari wirid kedua sahabat besar itulah dikembangkan oleh para pengikutnya masing-masing sehingga menjadi dua Tarekat, yaitu tarekat “Bakariyah” nisbat kepada Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq dan tarekat “Alawiyah”, nisbat kepada Sayyidina Ali bin Abu Thalib. Tarekat yang berarti sebuah metode atau jalan atau praktik tasawuf ini kemudian diamalkan oleh para ulama-ulama ahli tasawuf.
Dr Meh Hatta mengatakan bahwa Maroko adalah negeri wali karena di dalamnya terdapat puluhan Zaouiyah dan Tarekat Sufi terkenal. terdapat sekitar 5000 Dhareh (makam suci), yaitu kuburan Waliyullah yang sering diziarahi oleh masyarakat lokal maupun dari mancanegara.
Bahkan sebagian dari para Waliyullah asal Maroko memilih mengembangkan Zaouiyah dan tarekatnya jauh di luar negaranya.

Berikut Tarekat besar yang lahir dari Maroko:
1. Tarekat Tijaniyah
Tarekat at-Tijaniyah adalah salah satu tarekat besar sunni yang dinisbatkan kepada Syaikh Abu al-Abbas Ahmed at-Tijani. Syaikh Abu al-Abbas mengenyam pendidikannya di Kota Fes Maroko, dan wafat Tahun 1815 M.











