
Alhasil, kami kembali berkolaborasi. Kali ini, Fis Duo juga mengajak Theoresia Rumthe.
Bersama mereka, saya dan Theo membawakan puisi “Meine Meite” (buku Bahaya-Bahaya yang Indah), puisi “Rumah Ombak” (buku Tempat Paling Liar di Muka Bumi) yang dilanjutkan dengan puisi “Padamu Negeri” (buku Selamat Datang, Bulan).
Pengalaman yang, bagi saya, tetap mendebarkan dan menggairahkan.
.
Untuk Fis Duo: doa dan harapan terbaik. Terima kasih untuk ajakan kolaborasinya.
Semoga album kedua lancar. Kami semua menanti. Untuk semua yang sudah datang: terima kasih banyak. Semoga semua berguna.
Sampai jumpa lagi.
sumber: Facebook Wesly Johannes




