Sulit untuk tidak membayangkan bahwa langkah ini ditempuh karena keperluan politik elektoral. Jagung dalam polybag dimanipulasi menjadi pemakaian teknologi.
Prabowo tidak boleh kelihatan gagal. Dan otomatis juga Jokowi, yang anaknya dipasangkan sebagai calon wakil presiden Prabowo. Pokoknya mereka harus menang dengan cara apapun.
Bagi orang seperti saya, jagug dalam polybag ini adalah sebuah skandal. Tujuannya adalah semata-mata untuk menipu dan menyilaukan mata pemilih akan teknologi, yang sesungguhnya sama sekali bukan teknologi atau inovasi apapun itu.
Mereka melakukan apa saja untuk menang. Mereka mulai melanggar etik, satu demi satu, kemudian semakin berani dan semakin tidak tahu malu.
Etik, etik, etik … Etik, ndasmu!












