Menurut survei Intuit, 31% Gen Z mengaku pernah melakukan hal ini, sementara 58% lainnya mengurangi frekuensi kencan karena tekanan ekonomi.
Dampak Sosial dan Emosional
Menurut Alex Beene, dosen keuangan di University of Tennessee, tren “foodie call” menimbulkan konsekuensi sosial dan emosional.
“Orang yang mencari hubungan sejati akan merasa kecewa saat mengetahui pasangannya hanya menginginkan keuntungan materi,” ujarnya.
Beene menambahkan, meningkatnya perilaku ini membuat orang lebih skeptis dan defensif dalam menjalin hubungan baru, sehingga menghambat terciptanya koneksi tulus.
“Dalam jangka panjang, tren ini bisa melemahkan kepercayaan antarmanusia,” katanya.
Cermin Tekanan Ekonomi Gen Z
Fenomena kencan demi makanan gratis ini bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga cermin tekanan ekonomi yang dihadapi generasi muda AS. Biaya hidup tinggi, termasuk sewa rumah dan pendidikan, membuat sebagian anak muda menggunakan kencan sebagai strategi bertahan hidup finansial.
Sejumlah perempuan bahkan mengaku di acara The Tamron Hall Show bahwa seperempat dari kencan mereka dilakukan demi makanan gratis karena gaji awal terlalu kecil untuk memenuhi gaya hidup urban.
Tren “foodie call” menjadi refleksi perubahan nilai dalam dunia kencan modern, sekaligus memperlihatkan realitas ekonomi yang memaksa sebagian Gen Z memprioritaskan keuntungan materi di atas koneksi emosional. (red/beritasatu)









