Nobar Film “Pesta Babi” di Tual Berlangsung Kondusif, Angkat Isu Masyarakat Adat Papua

oleh -1 views
Pemutaran film dokumenter Pesta Babi melalui agenda nonton bareng (nobar) di Kota Tual, Provinsi Maluku, berlangsung aman dan kondusif, Jumat (15/5/2026) malam.

Porostimur.com, Tual – Pemutaran film dokumenter Pesta Babi melalui agenda nonton bareng (nobar) di Kota Tual, Provinsi Maluku, berlangsung aman dan kondusif, Jumat (15/5/2026) malam. Kegiatan ini digelar di Cafe 21, kawasan Tanah Putih, dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Pantauan di lokasi, puluhan warga dari berbagai komunitas di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara memadati area kafe sejak malam hari. Bahkan, sejumlah penonton terpaksa berdiri karena keterbatasan tempat duduk.

Nobar ini diinisiasi oleh Gerakan Edukasi Perempuan Kei (GEP Kei) bersama Komunitas Koma, sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi publik terkait isu-isu sosial dan lingkungan.

Antusiasme Tinggi dan Diskusi Publik

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.58 WIT ini diawali dengan pemutaran film, kemudian dilanjutkan diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Rofiko Rahayu Kabalmay (pegiat literasi), Ye Husein Alhamid (Presiden Koma), serta Fikram Rettob (mahasiswa pascasarjana Glasgow University), dengan moderator Ima Sarah Reliubun.

Antusiasme peserta dinilai tinggi karena film tersebut mengangkat isu yang relevan, mulai dari lingkungan hidup, masyarakat adat, hingga dampak pembangunan di Papua.

Baca Juga  Polres Tanimbar Limpahkan WNA China Otak Penyelundupan Manusia ke JPU

Sinopsis: Suara Masyarakat Adat Papua

Film Pesta Babi mengisahkan kehidupan masyarakat adat di wilayah selatan Papua yang menghadapi masuknya proyek industri dan program strategis nasional di kawasan mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.