Sedangkan SK Trimurti Award 2024 diberikan kepada Bunda Rully Mallay, Koordinator Waria Crisis Center Jogja. Ia mendapat penghargaan ini, karena sudah mendedikasikan dirinya untuk mengadvokasi kelompok minoritas gender.
“Untuk Tasrif Award, ada dua peraih penghargaan ini, yaitu warga Rempang, Batam dan Hendrikus Woro, tokoh adat suku Awyu, Papua,” paparnya.
Untuk Student Award, sebuah penghargaan untuk pers mahasiswa, diberikan kepada Dian Amalia Ariani dari Suara Mahasiswa UI yang membuat karya jurnalistik berjudul, “Kami Yang Tak Sama, Juga Berhak Beragama”. Ia dipilih sebagai yang terbaik dari 72 karya pers mahasiswa. Karya tersebut, ia memadukan keragaman gender dan moderasi keberagaman.
Tak hanya itu, ada penghargaan lain yang diberikan kepada pers mahasiswa, yaitu Revina Annisa Fitri dari SKM Amanat UIN Walisongo dengan judul karya Dokumenter Patok Tanpa Dialog: Perjuangan Masyarakat Rawa Pening Melawan Patok dan Ancaman Penggusuran, serta Ahmad Arinal Haq dari Balairung UGM dengan judul karya: Hidup Mati Setelah Relokasi.
Sedangkan juara favorit video direbut oleh AJI Jambi, AJI Banda Aceh, dan Aji Lhokseumawe dengan masing-masing juara mendapat hadiah uang tunai.
Sekjen AJI Indonesia Bayu Wardhana menambahkan, resepsi ulang tahun AJI ke-30 ini, sengaja dilakukan di ruang publik dan tidak di hotel berbintang.











