Foto Setengah Wajah Soeharto-Jokowi, Kritik Masyarakat Sipil untuk Pemerintah

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Sebuah foto bernada satire diunggah akun Instagram resmi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Minggu (13/2/2022). Foto tersebut bergambar separuh wajah mantan Presiden Soeharto dan separuh wajah Presiden Jokowi yang beririsan.

Ketua YLBHI, M. Isnur membenarkan bahwa akun YLBHI mengunggah foto tersebut dengan merujuk pada buatan koalisi masyarakat sipil.

“Itu buatan koalisi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia, ada banyak membernya, kami Repost dari Akun FRI. Fraksi Rakyat Indonesia melihat dari berbagai kasus yang terjadi akhir-akhir ini seperti di Wadas, itu terlihat pola yang sama dengan apa yang terjadi misalnya dulu di Kedung Ombo,” ujar Isnur, Senin (14/2/2022).

Baca Juga  PSG vs Le Mans, Achraf Hakimi Bantu Pesta Gol Le Parisiens dalam Laga Debut

Ia menyebutkan YLBHI sebelumnya pernah menggelar peluncuran laporan tanda-tanda Otoritariarian Pemerintahan Jokowi. “Kami juga menemukan tanda2 dimana Pemerintahan Jokowi ini mengarah pada otoritaritarian dalam laporan kami sebelumnya,” kata Isnur.

Dalam narasi foto tersebut tertulis sebagai berikut:

Pemerintahan Jokowi serupa dengan Orde Baru dalam pembangunanisme. Mereka mengingkari mandat Konstitusi dengan mengabaikan keadilan sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab!

Foto Setengah Wajah Soeharto-Jokowi, Kritik Masyarakat Sipil untuk Pemerintah

10 Kesamaan Pemerintahan Jokowi & Orba:
1. Mengutamakan pembangunan fisik dan serba “dari atas” ke “bawah” untuk kejar target politik minus demokrasi
2. Pembangunan bernuansa koruptif dan nepotis
3. Tidak ada perencanaan resiko untuk masyarakat yang terdampak pembangunan sehingga menciptakan kemiskinan (pemiskinan) struktural
4. Pembangunan tidak berizin atau dengan izin yg bermasalah
5. Legal (UU dan Kebijakan) namun tanpa legitimasi suara rakyat
6. Melayani kehendak kekuasaan dan elit oligarki dg cara perampasan & perusakan lingkungan
7. Menstigma rakyat yang melawan perampasan hak dengan melawan pembangunan, komunis, radikal, anarko
8. Menangkap, mengkriminalisasi bahkan tak segan menembaki rakyat yang mempertahankan hak hingga terbunuh
9. Pendamping & warga yang bersolidaritas dihalangi bahkan ditangkap
10. Mengontrol narasi, informasi termasuk membelokkan fakta.

(red/sindonews)