Porostimur.com, Jakarta – Serangan terhadap aktivis kembali terjadi dan memicu kekhawatiran atas kondisi demokrasi di Indonesia. Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yusuf, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (12/3/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi saat korban tengah mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan, ia berpapasan dengan dua pelaku yang juga menggunakan sepeda motor, sebelum akhirnya diserang dengan air keras.
Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada bagian wajah, dada, dan tangan.
Dinilai Ancam Kebebasan Sipil
Insiden ini dinilai menambah catatan buruk dalam perlindungan kebebasan sipil, khususnya terhadap aktivis yang menyuarakan kritik dan tuntutan keadilan.
Founder Ruang Gerak Indonesia (RGI) Jesse David Tutupoly, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.
“Kami sebagai bagian dari generasi muda merasa resah dengan tindakan para elit negara atas ketidaksukaan terhadap kritik yang disampaikan masyarakat,” ujarnya kepada Porostimur.com, Senin (6/4/2026).
Munculkan Rasa Takut di Masyarakat
Menurut Jesse, serangan terhadap aktivis berpotensi menciptakan rasa takut di tengah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.










