Freeport Dipastikan Batal Bangun Smelter di Halmahera

oleh -34 views

Soal batalnya rencana kerja sama Freeport dengan Tsingshan ini sebelumnya sempat disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin.

Dia mengatakan, batalnya rencana Freeport untuk kerja sama dengan Tsingshan ini dikarenakan setelah dikaji, pembangunan smelter di Weda Bay ini tidak lebih baik daripada rencana pembangunan di kawasan industri terintegrasi di JIIPE, Gresik, Jawa Timur, yang kini memang tengah diproses Freeport.

“Tidak jadi,” ungkap Ridwan kepada CNBC Indonesia saat ditanyakan apakah Freeport jadi join dengan Tsingshan di smelter Weda Bay.

Saat ditanya apa yang jadi pertimbangan batalnya rencana tersebut, dia pun menjawab, “Tidak lebih baik daripada rencana pembangunan di JIIPE,” ungkapnya, Jumat (30/04/2021).

Sebelumnya, Tsingshan dikabarkan mau membiayai 92,5% dari nilai proyek yang diperkirakan sekitar US$ 2,5 miliar untuk proyek smelter tembaga baru di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Artinya, Freeport hanya membiayai sekitar 7,5% dari nilai proyek tersebut.

Baca Juga  IRGC Klaim Rudal yang Hantam Bandara Kuwait Berasal dari Sistem Patriot AS

Adapun rencana kapasitas smelter baru yang ditawarkan Tsingshan ini nantinya mengolah 2,4 juta ton konsentrat tembaga menjadi 600 ribu ton katoda tembaga.