Gadis 13 Tahun Diperkosa 7 Pemuda di Oba Utara

oleh -252 views
Link Banner

Porostimur.com, Tidore – Tujuh orang terduga pelaku pemerkosaan anak di bawah umur di Desa Durian, diamankan aparat Polsek Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Tujuh pelaku diamankan setelah korban serta keluarganya melaporkan ke pihak kepolisian, pada Selasa (28/6/2022) kemarin. Mereka adalah: SA (26), RM (22), FI (21), FH (17), TAR (27), SH (17), dan MIM (16).

Sofyan menegaskan para pelaku diduga melakukan kekerasan seksual terhadap korban yang berusia 13 tahun pada Kamis, 23 Juni 2022 di sebuah pantai di Kecamatan Oba Utara.

“Korban melaporkan pada 28 Juni, setelah dilaporkan pihak kepolisian melalui Polsek Oba Utara langsung bergerak mengamankan para pelaku,” katanya.

Sofyan menegaskan pelaku saat ini diamankan di Polsek Oba Utara.

Baca Juga  Hadiri FGD Terkait Persoalan Lalu Lintas, ini Harapan Kapolda Maluku

“Sementara tujuh orang pelaku kami amankan di Mapolsek Oba Utara,” jelasnya.

Dari tujuh pelaku itu, enamnya berprofesi sebagai wiraswasta sementara satunya berprofesi sebagai pelajar.

“Satu pelaku masih status pelajar, saat ini masih di bangku SMA,” tegasnya.

Pelaku MIM (16) ketika diperiksa polisi di Mapolsek Oba Utara

Menurutnya, saat ini jajaran pihak mapolsek Oba Utara bersama dengan jajaran satreskrim Polres Tidore Kepulauan masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

“Apakah masih ada pelaku atau tidak, Sementara masih dalam tahap pengembangan. Nanti kasus ini akan kami serahkan ke Polres Tikep,” terangnya.

Setelah kejadian tersebut, korban terpaksa menjalani perawatan di Puskesmas Galala, Kecamatan Oba Utara.

Informasi yang diperoleh jurnalis porostimur.com di lapangan menyebutkan, korban dan salah seorang pelaku yang bernama Aswan saling berkomunikasi secara berkelanjutan hingga akhirnya korban dijemput oleh Aswan menggunakan sepeda motor dengan tujuan mengajaknya ke salah satu kedai yang berada di Desa Balbar.

Baca Juga  Satu Lagi, Bandara Baru yang Sepi Usai Diresmikan Jokowi

“Pada saat tiba di kedai, sudah ada tiga orang teman Aswan, yaitu Taufan, Ian, dan Iman yang kemudian diperkenalkan dengan korban.

Setelah itu, Ian mengajak teman-temannya bersama korban pergi ke pantai di Dusun Balisosa untuk mengkonsumsi minuman keraz, jenis cap tikus.

Selesai mengkonsumsi minuman keras, para pelaku lantas menahan tangan dan kaki korban. Mereka lalu menyetujui korban secara bergantian hingga korban pingsan.

Keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 WIT korban baru sadar. Taufan lalu membawa membawa pulang korban ke rumahnya. (Len)

No More Posts Available.

No more pages to load.