Menurutnya, ekosistem tersebut harus mencakup seluruh rantai usaha, mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan, distribusi, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas nelayan.
Taliabu Butuh Peta Potensi dan Data yang Akurat
Sebagai daerah kepulauan, kata Yosar, Kabupaten Pulau Taliabu memiliki alasan kuat untuk mengembangkan ekonomi biru. Namun, pemanfaatan sumber daya laut harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.
“Dalam konteks inilah, konsep ekonomi biru menjadi sangat relevan bagi Kabupaten Pulau Taliabu. Ekonomi biru harus kita maknai sebagai upaya untuk memanfaatkan sumber daya laut secara optimal dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistemnya,” tuturnya.
Ia mengatakan, prinsip tersebut penting agar sumber daya kelautan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga tetap tersedia bagi generasi mendatang.
Melalui kerja sama dengan PKSPL IPB, Pemkab Taliabu berharap kajian yang dilakukan menghasilkan kebijakan berbasis data, pemetaan potensi wilayah yang lebih jelas, serta identifikasi persoalan yang selama ini dihadapi nelayan dan pelaku usaha perikanan.
“Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu tentu memiliki harapan besar terhadap hasil kajian dan diskusi yang dilaksanakan hari ini. Kita membutuhkan data yang akurat, pemetaan potensi yang jelas, identifikasi permasalahan yang konkret, serta rekomendasi strategi yang dapat diimplementasikan,” paparnya.









