Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kebijakan berbasis data yang akurat agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.
“Tidak ada masyarakat sejahtera tanpa akses keuangan yang baik. Melalui wadah TPAKD ini, kita ingin menghadirkan solusi konkret, baik itu peningkatan literasi maupun inklusi keuangan, agar masyarakat tidak hanya konsumtif tetapi juga memiliki tabungan dan investasi,” tegasnya.
Perbankan Diminta Beralih ke Kredit Produktif
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga melontarkan pesan tegas kepada sektor perbankan agar tidak terlalu bergantung pada kredit konsumtif, melainkan mulai memperbesar porsi kredit produktif.
“Jangan kita terlalu menggantungkan kredit pada kredit konsumtif. Mari kita ke kredit produktif. Supaya UMKM bertumbuh, akses keuangan berjalan dengan baik, ekonomi kita terus bertumbuh positif,” ujarnya.
Ia kemudian merinci sejumlah agenda prioritas TPAKD Ambon tahun 2026, meliputi penguatan ekonomi kreatif dan digitalisasi transaksi melalui QRIS, penanggulangan kemiskinan melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM, serta peningkatan literasi keuangan generasi muda melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Selain itu, Pemkot juga mendorong perlindungan pekerja rentan melalui Program BETA (Baku Kele Pekerja Rentan Ambon) serta penguatan peran pemuda dalam industri kreatif.










