“Pendataan rumah warga yang retak dan rusak masih terus berjalan, dan kita belum putuskan karena masih goyang terus,” katanya
Gempa Jumat malam, membuat sejumlah warga di kecamatan Amalatu, memilih tinggal di luar rumah. Ini disebabkan rentetan gempa yang terjadi sejak 22 Juni 2025 lalu.
Warga juga ada yang telah membangun tenda tenda pengungsian di samping rumah maupun pegunungan, karena takut bangunan roboh atau Tsunami. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










