Dan ketika perjodohan politik antara gerbong Jokowi dengan Prabowo berjalan dengan mulus jelang pemilihan umum tempo hari, Partai Golkar tak pelak menjadi salah satu Gerbong politik alternatif yang diincar untuk menemani sekaligus mengimbangi Partai Gerindra.
Sebagaimana telah disaksikan, Jokowi ternyata ingin tetap bermain di dalam arena politik nasional pascatidak lagi berkuasa, dengan cara mamajukan anak sulungnya sebagai calon wakil presiden.
Prabowo sebagai salah satu kandidat paling potensial dan paling kokoh secara politik karena memimpin partai yang cukup besar, nyatanya adalah pilihan Jokowi untuk berlabuh.
Maka jadilah Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo. Walhasil, Jokowi mau tak mau harus “break” dengan partai lamanya, yakni PDIP, yang juga memiliki calon lain dan memilih jalan lain.
Terbukti pada akhirnya memang Partai Golkar yang menjadi partai cantolan pertama Gibran untuk maju menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.
Manuver Airlangga jelang Pilpres
Namun prosesnya tentu tidak semulus itu. Karena sebelum itu terjadi, Partai Golkar nyatanya belum sepatuh sebagaimana disaksikan hari ini.
Sebelum menjatuhkan pilihan untuk mendukung pasangan Prabowo – Gibran, Airlangga sempat bermanuver lincah. Bermula dari mendirikan poros baru bersama dengan PAN dan PPP.











