Golkar, Semakin Goyang Semakin Rindang

oleh -752 views
Jannus Siahaan

Yang membedakannya kali ini adalah bahwa proses tersebut tidak dilalui dengan cara lama, yakni melalui pertarungan antara pengurus lama dengan baru, sehingga tidak ada dua kongres atau munas atau forum sejenisnya.

Hal itu bisa terjadi karena pertama, kubu Airlangga terlalu lemah atau boleh jadi terlalu banyak memiliki kelemahan untuk melakukan perlawanan di satu sisi.

Kedua, karena ada gerbong baru yang masuk ke dalam tubuh partai beringin di mana kekuatan baru tersebut membawa energi dan sumber daya yang sangat besar untuk dilawan oleh Airlangga.

Sekaligus dianggap cukup kuat untuk memberikan daya tawar dan countermeasures kepada Prabowo Subianto di sisi lain alias tetap aman dari berbagai “marabahaya penguasa baru” untuk kurun waktu lima tahun ke depan.

Walhasil, goyangan di pohon beringin kali ini muncul dalam gerakan tubuh berbeda, tidak terlalu “dangdut” lagi seperti yang lalu-lalu, tapi ada “unsur” K-Pop dan Jazz-nya, yang membuat Partai Golkar justru malah semakin seksi di mata banyak pihak.

Baca Juga  Engelina Usulkan Konversi Tanah Warga Menjadi Saham pada Proyek Blok Masela

Biasanya pergantian terjadi secara prosedural elektoral, penuh lika-liku dan cengkok politik, kali ini justru via pengunduran diri, sedikit cengkok, tapi elegan layaknya musik jazz, dan tak lupa, sangat ramping layaknya penyanyi K-Pop.

No More Posts Available.

No more pages to load.