Di masa lalu, ada banyak gharanas (sekolah) Sufiyana Musiqi di seluruh Kashmir. Tetapi dengan munculnya musik Barat dan Bollywood, mereka telah didorong ke ambang kepunahan.
Terlepas dari sejarahnya yang panjang di wilayah tersebut, minat terhadap musik Sufi semakin berkurang karena berbagai faktor mulai dari hilangnya perlindungan pemerintah hingga munculnya kelompok-kelompok Islam konservatif dan perselisihan sipil serta eksodus Pandit Kashmir dari wilayah tersebut. Kashmiri Pandit adalah salah satu pelindung utama musik Sufi.
Tertarik
Sekitar lima tahun lalu, Irfana tertarik pada musik Sufiyana, ayah musisi klasiknya Mohammad Yousuf, di desa kecil menonton Ganastan di distrik Bandipora, Kashmir Utara. Ia terpesona oleh alat musik tradisional yang dimainkan seperti santoor dan sitar, serta lagu-lagu gubahan para santo sufi. Adik perempuannya Rehana dulu juga pernah belajar tabla (drum) dari ayahnya.
Untuk pelajaran musik, ayahnya mengirimnya ke ahlinya, Ustaz Mohammad Yakoub Sheikh. Melihatnya tampil di Doordarshan, penyiar publik India, tetangganya Gulshan Lateef juga bergabung dengannya.
Beberapa teman di desa juga tertarik untuk mempelajari bentuk musik tersebut. Mereka membentuk kelompok khusus perempuan bernama Yemberzal, bunga pertama yang tumbuh di Kashmir setelah musim dingin yang panjang dan keras.




