Gubernur berharap lomba panggayoh manggurebe atau Sai Pahari yang melibatkan warga antar dusun dapat dipertahankan, dikembangkan, dan dikemas menjadi tradisi budaya yang berkualitas. Hal ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan dan mendukung program pembangunan sektor pariwisata daerah.
“Saya berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota dan pemangku kepentingan terkait dapat bekerja secara profesional, mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gubernur Lewerissa.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga lomba panggayoh manggurebe sebagai warisan budaya Indonesia dan sarana untuk mempererat tali silaturahmi hubungan orang basudara di Maluku, khususnya di Negeri Tengah-Tengah. Sebelum melepas peserta Lomba Sai Parahu, ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Lomba Sai Pahari diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk melestarikan budaya lokal, mempererat persaudaraan, dan mempromosikan potensi pariwisata Maluku. (Mizar Safari Maasily)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News











