TNI dan Polri, kata Irjen Latif, sudah merupakan keluarga besar dan hal ini tidak perlu ada tawar menawar. Sebab, banyak anggota Kodam yang istrinya Polisi, ataupun sebaliknya. Ada juga yang orang tuanya Polisi, dan anaknya menjadi personel Angkatan Darat, Laut, maupun Udara.
Irjen Latif meminta personil TNI dan Polri untuk harus saling menjaga dan merangkul. Karena, di luar sana banyak yang menunggu momen TNI dan Polri bertengkar, apalagi sampai terlibat bentrok fisik.
“Apabila TNI dan Polri terlibat bentrok pasti akan diviralkan sehingga pada akhirnya nanti Kapolda dan Pangdam akan dinilai lemah dalam pembinaan anggota,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Irjen Latif berpesan kepada seluruh personel TNI dan Polri di provinsi Maluku, agar dapat bersikap netral pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.
Ia mengatakatan, TNI Polri harus netral karena merupakan garda terdepan dan alat negara yang profesional. Sehingga dedikasi, loyalitas dan integritas TNI Polri harus dijaga dalam mengawal Pemilu. “Sehingga semuanya nanti bisa berjalan dengan lancar dan aman dan Maluku bisa maju dan sejahtera,” pintanya. (Keket)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










