Sejarah tidak hanya mencatat prestasi, tetapi juga cara seorang pemimpin menghadapi kritik dan tuntutan keterbukaan. Jika terus menutup diri, Jokowi akan dikenang sebagai presiden yang membiarkan bangsa ini diseret dalam drama panjang hanya karena selembar ijazah. Tetapi jika berani meletakkan handuk putih, setidaknya ia masih bisa dikenang sebagai sosok yang pada akhirnya memilih kejujuran daripada perlindungan semu.
Surabaya, 3 Oktober 2025








