Hanubun menambahkan, Maluku Tenggara yang terkenal dengan sebutan Kei, dengan Ibukotanya adalah Langgur, namun terkadang ada ketidaktahuan atau ketidakpahaman dari pemerintah pusat sehingga anggaran yang semestinya masuk ke Malra justru beralih ke Kota Tual.
“Kesalah-pahaman sering terjadi dari pihak kementerian sehingga, Hanubun mengajak politisi asal Maluku Hendrik Lewerisa untuk mengawal di Senayan, karena sering bantuan pusat nyasar ke Kota Tual,” pungkasnya. (saad)










