Satu lagi rekan Ustad Gani dan Ustad Yahya, yaitu Ustad Ikram Ibrahim mangabdikan diri nun jauh di selatan. Tepatnya mendirikan Alkhairaat di Kota Ambon. Alumni Alkhairaat Palu ini juga sempat kuliah di luar negeri.
Lulusan Universitas Madinah dan Jerman ini mendirikan Alkhairaat Ambon pada akhir 80an, memanfaatkan ruang Pos Yandu di Air Salobar, Kota Ambon menjadi ruang belajar para siswanya. Berselang dua tahun, bersama Alwi bin Salim Alhadar (Alm) -Kadis PU pertama Provinsi Maluku Utara- mereka berdua berhasil mendirikan Pesantren Modern Alkhairaat di Wayame (Kota Jawa). Kini menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Ambon.
***
Di era millenium bermunculan tokoh-tokoh muda yang tak kalah semangatnya (fighting spirit) dibanding pendahulunya. Sebut saja, Syamsir Andili (Alm), Wali Kota Ternate dua periode. Mantan siswa Ibtidaiyah Alkhairaat Kalumpang ini suatu ketika pernah berkata pada saya. Ia merasa tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ayahnya (mantan Lurah Kalumpang) dalam pengabdian untuk Alkhairaat. Padahal ia berperan besar merevitalisasi infrastruktur Alkhairaat di Kota Ternate.
Ibarat kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohon. Itulah Iqbal Assagaf, pemilik Selecta Minimarket Ternate. Saat awal Alkhairaat didirikan, ayahnya terlibat langsung dalam misi pengabdian bagi ummat. Kini Iqbal total membangun masjid megah serta gedung bertingkat untuk ruang belajar di Kalumpang dan Sasa. Menurut Iqbal, masjid adalah “jantung” dari sebuah pondok pesantren. Selain Iqbal, ada Hi. Ikram Ammari di Ternate Selatan serta Hi. Abdul Hafid bin Ustman di Ternate Utara.









