Faktor inilah, kata Nurlaila, mungkin yang menyebabkan stok bawang dan cabai terbatas sehingga harganya melonjak.
Salah satu staf di Bidang Fasilitasi Sarana Distribusi dan perdagangan Disperindagkop Ade Soleman saat dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya, ada beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti cabai rawit dan bawang merah yang datanya diambil dari per minggu sekali.
“Kalau usai lebaran Idulfitri, harga cabai rawit sebelumnya seharga Rp 50.000 per kg, naik menjadi Rp 90.000 per kg, sedangkan bawang merah sebelumnya Rp 50.000 per kg, naik menjadi Rp 65.000 per kg,” ungkapnya.
Sementara harga telur ayam ras, kata Ade, dalam memasuki lebaran Idulfitri seharga Rp 2,500 per butir, dan sekarang sudah turun Rp 2,300 per butir, untuk daging ayam sebelumnya Rp 45.000 per kg, turun menjadi Rp 41.000 per kg.
“Kalau dilihat dari harga tersebut, kami melakukan pendataan di beberapa pasar yaitu, di Pasar Sarimalaha, Pasar Gosalaha dan Tugulufa, Pasar Rum, maupun Pasar Galala,” jelas Ade.
Terkait lonjakan harga komoditas, ia bilang, hanya dua yaitu, cabai rawit dan bawang merah, dan itu secara nasional. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pasokan. Karena permintaan sebelumnya sangat tinggi sehingga usai lebaran Idulfitri komoditas itu mengalami kekosongan.










