Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara sekaligus Ketua HIMPSI Maluku Utara, Syaiful Bahry, menilai rumah belajar tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik anak, tetapi juga menjadi ruang sosial yang sehat bagi perkembangan psikologis mereka.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Maluku Utara, Mulyadi Tutupoho, menyebut program tersebut membantu pemerintah dalam memperluas akses pendidikan di desa.
“Inisiatif ini sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak-anak di desa,” katanya.
Manfaat rumah belajar juga dirasakan para orang tua. Hamsiah Drakel mengaku anak-anaknya kini lebih antusias menghabiskan waktu sore untuk membaca dan bermain bersama teman-teman dibanding hanya berada di rumah.
Sementara Nadia Abdullah berharap rumah belajar dapat mengurangi ketergantungan anak terhadap telepon seluler.
“Anak-anak sekarang banyak main HP, jadi kurang fokus belajar. Dengan adanya rumah belajar ini, kami berharap mereka bisa lebih fokus dan punya kegiatan yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Latif menambahkan, Harita Nickel berharap rumah belajar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, memperluas wawasan, membangun karakter, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.








