Porostimur.com, Piru — Api yang awalnya membakar kawasan kebun di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026), dalam hitungan beberapa jam berubah menjadi konflik terbuka antara warga Negeri Lisabata dan Negeri Patahuwe.
Puluhan rumah terbakar, satu sepeda motor ikut dilalap api, sementara empat warga dilaporkan terluka akibat tembakan senapan angin. Di tengah situasi yang meninggalkan trauma dan ketegangan tersebut, muncul kesaksian dari warga Patahuwe yang justru mempertanyakan narasi bahwa warga dari negeri mereka datang ke kawasan kebun untuk membakar lahan milik warga Lisabata.
Kesaksian itu disampaikan Lidya Lily Upuy melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (12/9/2026). Dalam unggahannya, Lidya menyebut warga Patahuwe justru ikut membantu memadamkan api di kawasan kebun sebelum akhirnya kembali ke wilayah mereka.
“Katong orang Patahuwe seng gila par pi bakar kamorang pung kabong,” tulis Lidya.
Ia juga membagikan foto yang disebut memperlihatkan sejumlah warga Patahuwe berada di lokasi dan ikut berupaya memadamkan kebakaran. Menurut kesaksiannya, situasi kemudian berubah setelah warga Patahuwe meninggalkan kawasan kebun dan kembali ke wilayah mereka, sebelum akhirnya terjadi ketegangan yang berujung pada pembakaran sejumlah rumah di Patahuwe.









