Secara kemitraan hal yang sama juga akan dibicarakan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) lewat Dinas Koperasi.
“Memang masalah modal itu paling mendasar, tapi yang paling utama bagaimana kita bisa membantu membangun komitmen usaha ditengah-tengah mereka dulu,” tegasnya.
Menurutnya, itu karena meski memiliki ketrampilan namun akibat bangsa pasarnya, sebaliknya ada juga faktor-faktor lainnya yang bisa memengaruhi.
Sehingga berapa pun modal yang diberikan nantinya tidak punya dampak bagi pengembangan usaha masyarakat
“Jadi kedekatan kami dengan mereka untuk membangun sebuah komitmen usaha, sehingga perlu ada komitmen usaha, meskipun modalnya itu bagian dari usaha tapi kalau tidak dikelola dengan sebuah komitmen dengan baik, maka modal itu nantinya tidak berarti,” tutup Hehanussa. (nicolas)










