HCW Dukung Kejari Halsel Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Sewa Alat Berat

oleh -260 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara (Malut) mendukung dan memberikan apresiasi positif kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan (Halsel) untuk mengusut dan membongkar kasus dugaan korupsi sewa alat berat di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Halsel.

Hal ini disampaikan oleh Direktur HCW, Rajak Idrus kepada wartawan Porostimur.com, Selasa (13/7/2021).

Dikatakannya, jika kasus ini diselidiki oleh Kejari Halsel maka kasus ini akan terbongkar dan diketahui siapa dalang dibalik kasus ini.

“Jika penyidik Kejaksaan Negeri Halsel terus telusuri dan mendalami kasus dugaan korupsi anggaran sewa alat berat di Dinas PUPR Halsel, maka saya yakin semua pasti terbongkar karena HCW sendiri sudah mencium kasus ini sejak lama dan itu melibatkan banyak orang” ungkapnya.

Ia menilai, bahwa yang mengetahui kasus ini ialah mantan Kepala Dinas PUPR Halsel, Ali Dano Hasan. Untuk itu HCW berharap Kejari Halsel harus lebih ekstra dan terus berhati-hati untuk mengungkap semuanya.

Baca Juga  Anggota TNI Pelaku Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua di Surabaya Ditemukan

Idrus menduga, kasus ini bukan hanya melibatkan pihak Dinas PUPR tetapi juga melibatkan pihak lain atau pihak luar sebagai rekan, sebab itu dirinya berujar, HCW akan membentuk tim kecil untuk membantu Kejari Halsel mencari bukti tambahan dalam kasus dugaan korupsi sewa alat berat ini.

Direktur HCW ini juga menuturkan, bahwa Kejari Halsel telah menemukan bahwa sekitar tiga tahun yang lalu Bidang Bina Marga PUPR Halsel hanya menyetor hasil penyewaan alat berat ke kas daerah sebesar Rp.126 juta dan itu dinilai tidak sesuai semestinya.

“Bagi HCW, setoran ke kas daerah itu terlalu kecil karena dalam hitungan HCW bahwa sewa alat berat itu sudah berjalan sejak lama yaitu dari tahun 2017 dan kalau dihitung-hitung itu ditaksirkan puluhan miliar sekian. HCW yakin semua itu pasti terbongkar jika penyidik Kejari telusuri secara mendalam”, tuturnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.