Jalan Masuk Karang Tagepe Kampung Siwang Rusak Berat

oleh -110 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Jalan adalah salah satu fasilitas umum yang sangat berguna untuk menunjang aktifitas masyarakat. Karena itu pemerintah pusat sampe ke kabupaten/kota wajib menyediakan fasilatas yang memadai termasuk jalan, baik jalan yang berkonstruksi aspal maupun jalan setapak yang berkontruksi beton.

Hal ini di sampaikan salah satu warga RT 04/RW 006,Kampung Siwang Negeri Urimessing, Leo Rumahlatu kepada Porostimur.com, Selasa (13/7/2021).

Menurut Rumahlatu, jalan masuk ke wilayah Karang Tagepe, Kampung Siwang ini panjangnya kurang lebih 500 meter dan secara keseluruhan telah rusak dan ini sangat mengganggu aktifitas warga sekitar.

Warga yang ada di Karang Tagepe, Kampung Siwang, Negeri Urimessing ini terdiri dari tiga RT yaitu RT 04, 05 dan 06/RW 06 dan jumlah jiwa kurang lebih 1000 orang.

“Karena itu patut kami sebagai warga masyarakat, apakah kami yang ada di karang tagepe ini warga kota Ambon atau tidak, karena yang kami tahu jalan yang sepanjang 500 meter ini sudah dilihat langsung oleh Ketua DPRD Kota Ambon, lalu kenapa sampai hari ini tidak ada tindak lanjutnya,” tukas Rumahlatu.

Baca Juga  PKB Maluku Utara Gelar Sekolah Legislator

Dia bilang, kerusakan jalan seperti ini sangat berpegaruh terhadap masyakat Karang Tagepe yang mayoritas pekerjaan serabutan ( buruh harian lepas).

Rumahlatu mencontohkah, ketika jalan masih dalam kondisi baik, harga ojek dari Farmasi ke Karang Tagepe hanya Rp 5000. Namun setelah jalan masuk Karang Tagepe rusak harga ojek jadi Rp 7000-10.000,- dan ini benar-benar menyengsarakan masyarakat Karang Tagepe, karena untuk datang ke Karang Tagepe tidak ada jasa angkutan lain selain ojek, itu baru harga ojek, belum lagi harga air.

“Kerusakan jalan sepanjang 500 meter di Karang Tagepe dapat dikatakan rusak akibat banjir juga, karena menurut pantauan saya, setiap musim hujan aspal mulai terbawa pelahan-lahan, sehingga kondisi jalan ini bisa rusak seperti saat ini. Karena itu kami minta kepada, pemerinta kota Ambon untuk dapat memperbaiki jalan yang sudah rusak ini, jangan hanya bilang kota Ambon Manise, tapi tidak nampak yang manis itu, karena sebagian masyarakat kota Ambon, masih menjerit,” kata Rumahlatu. (olof)

No More Posts Available.

No more pages to load.