Hendak Melahirkan, Ibu Hamil di SBB Ditandu Sejauh 10 Km

oleh -433 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Seorang perempuan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang hendak melahirkan, terpaksa ditandu dari desanya untuk mencapai Puskesmas terdekat.

Perempuan asal desa Niniari Gunung, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB itu terpaksa ditandu sejauh 10 kilometer ke desa Riring dengan jarak tempuh 5-6 jam berjalan.

Sepanjang jalan, Linda Latue (22) hanya bisa mengelus perutnya, menukar keringat suaminya menjadi susu agar buah cinta mereka menggenggam dunia.

Melewati jalan setapak hutan, terjal dan menanjak tentu membutuhkan keahlian yang tidak mungkin bisa dilewati Presiden, Gubernur dan Bupati.

Link Banner

Itu karena tidak adanya akses jalan yang bisa dilalui kenderaan roda dua maupun roda empat dari dan ke desa tersebut.

Baca Juga  Dorong Percepatan Embarkasi Haji Antara, Kemenag Maluku dan Pemprov Gelar Rakor

Di desa Riring, barulah Linda diantar menggunakan mobil ke puskesmas kecamatan yang terpaut puluhan kilometer.

Informasi ini pertama kali dipublikasikan oleh seorang nitizen bernama Ancha Sapsuha Tunny Laturissa di akun Facebook 29 menit lalu.

Porostimur Ancha ini pun lantas mendapat komentar dari para nitizen.

Akun bernama Yustin Tunny berkomentar “potret kehidupan di bumi raja, entah siapa yg akan disalahkan, (Pempus, Pemprov atau Pemda setempat) namun inilah fakta yang benar2 terjadi. lalu sampain kapan derita ini harus dialami oleh sudara2 kita disana? suka atau tidak suka pada saat musim politik tentu banyak yang menaburkan janji politik bagaikan bunga lenggua berguguran, dan ketika sda menduduki tahkta kekuasaan janji politik itu bagaikan sampah yang terbawa derasnya air tala, eti dan sapalewa batai. inilah potret yang harus di publikasikan agar penderitaan sudara2 kita dapat dilihat dan dirasakan oleh tuan dan puan yang menduduki kursi empuk di negeri ini.”

Baca Juga  Ayah Tiri di Bekasi Lempar Bayi ke Tembok karena Tidur Terganggu

Semantara Nitizen dengan nama Gua Patty menulis komentar” Sparu orang bilang biasa itu oo, kalaupun ibu itu meninggal dunia (untung saja zg terjadi) sudah takdir Tuhan jgn sdikit2 salahkan pemerintah daerah dg hal2 bagini.”

Ketika berita ini kami publis, status tersebut sudah mendapat belasan komentar dan dua kali dibagian oleh para nitizen. (red)