Ia menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci untuk memutus rantai tersebut, sekaligus menjawab persoalan pengangguran dan kemiskinan.
“Kalau tenaga kerja terserap, pengangguran berkurang, dan masyarakat mulai punya harapan,” katanya.
Perusahaan Diminta Hadir untuk Masyarakat
Gubernur juga mengingatkan pihak perusahaan agar tidak mengabaikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.
“Kalau sudah untung, jangan lupa masyarakat. CSR harus dirasakan, bukan sekadar laporan,” tegasnya.
Groundbreaking di Awaiya bukan sekadar dimulainya pembangunan industri, tetapi menjadi simbol perubahan arah pembangunan Maluku. Dari wilayah penyuplai bahan mentah, kini menuju pusat pengolahan yang memberi nilai tambah.
Desa Liang dan kawasan Awaiya pun perlahan bergerak menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi, tempat di mana kelapa dan pala tidak hanya tumbuh, tetapi diolah menjadi masa depan bagi masyarakat Maluku.
(Richard Solissa)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









