“Kami kira awalnya kepemimpinan Lawamena akan membawa Maluku menjadi lebih baik. Tapi ternyata justru membanding-bandingkan agama, dan itu tidak sepatutnya dilakukan oleh pejabat,” tegas salah satu peserta aksi.
Aksi Berlanjut ke Mapolda
Setelah berunjuk rasa di kantor Gubernur, massa kemudian bergerak menuju Mapolda Maluku untuk melanjutkan demonstrasi dengan tuntutan yang sama: meminta Polda Maluku segera memeriksa Abdullah Vanath atas dugaan pelanggaran hukum terkait ujaran yang dilontarkannya.
Sebelumnya, pernyataan Wakil Gubernur tersebut juga telah menuai kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, yang meminta agar pejabat publik menjaga ucapan dan tidak memprovokasi ketegangan di tengah masyarakat yang majemuk.
Aksi protes dari mahasiswa ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan antara publik dan pejabat tinggi Maluku, serta menjadi ujian serius bagi APH dalam menangani dugaan pelanggaran etika dan hukum oleh elit pemerintahan. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









